4 Menirukan gerakan bebek sedang berjalan 5. Bercerita tentang bebek yang baik hati 6. Diskusi yang harus dilakukan sebagai rasa terima kasih terhadap Tuhan atas anugrah yang telah diberikan. B. Inti (90 menit) 1. Anak mengamati a. Anak mengamti gambar bebek 2. Anak menanya a. Anak menanya bagian - bagian tubuh bebek b. Anak menanya makanan 365dongeng anak, putri yang baik hati. Halo sahabat pecinta cerita anak dan dongeng anak Indonesia, kali ini kita akan berbagi cerita tentang kisah seorang putri yang baik hati, penasaran? yuk kita simak dongeng anak yang menarik ini .. Suatu hari, seorang gadis berkunjung ke sebuah desa. Ellomenceritkan kembali bebek yang baik hati. Belajar bernarasi sejak usia dini. Semangat Ello belajar yang rajin..jadilah anak yang baik. CeritaDewasa - Sex Sedarah Ibu Dan Anak Kandung Warna merah yang terpancar dari rona sang mentari kian memperteduh suasana di sore hari Tak susah nak cari Zikri (Surat ini akan membuat anda benar-benar berfikir) (Sebenarnya surat ini hampir membuatku Gila saat aku membacanya, tapi aku harus memforwardnya karena catatan kecil dibawahnya) lepas Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu. Kamu sedang mencari dongeng untuk anak-anak yang mengajarkan tentang kebaikan dan ketulusan hati? Tentu ada banyak, salah satunya adalah dongeng Gajah yang Baik Hati. Bila penasaran dengan kisahnya, langsung saja cek artikel ini! Di dunia ini, ada banyak sekali dongeng anak-anak yang mengandung pesan positif. Tak hanya itu, kisah-kisahnya pun cukup seru dan menarik tuk dibaca anak-anak. Salah satu dongeng terbaik yang cocok kamu sampaikan pada si kecil adalah Gajah yang Baik judulnya, dongeng ini mengisahkan tentang seekor gajah bernama Gaga yang suka menolong hewan lain. Ia membantu para hewan dengan tulus dan suka hati. Oleh karena itu, hewan-hewan sangatlah suka dan permasalahan apakah yang akan Gaga hadapi? Kalau penasaran dengan kelanjutan dongeng Gajah yang Baik Hati, langsung saja simak artikel ini. Informasi seputar unsur intrinsik, pesan moral, dan fakta menariknya juga telah kami paparkan. Selamat membaca! Alkisah, di sebuah hutan nan luas, hiduplah seekor gajah bernama Gaga. Tubuhnya besar dan gemuk. Ia memiliki belalai yang sangat panjang dan kuat. Belalai tersebut ia pakai untuk mengambil daun di pucuk pohon. Gaga sangatlah menyukai daun-daun yang masih muda. Ia juga suka memakan buah-buahan. Tak jarang, ia mencari makanan yang sangat banyak, lalu membagikannya kepada hewan-hewan lain. Karena suka menolong, para hewan sangat menyukai Gaga. Karenanya, hewan bertubuh besar ini memiliki banyak teman, mulai dari semut hingga rusa. Ia memang tak pernah membeda-bedakan teman. Siapa pun yang butuh bantuan, ia dengan senang hati menolong. Pada suatu pagi, Gaga berkeliling hutan untuk mencari makanan. Setiap bertemu dengan hewan lain, ia selalu menyapa mereka dengan ramah. Tiba-tiba, ia mendengar suara meminta tolong. “Tolong! Tolong aku! Siapa saja tolong aku!” teriak suara itu. Gaga lalu mencari sumber suara. Ternyata, yang berteriak meminta tolong adalah Harimau. Tubuhnya tertindih pohon tumbang. Tanpa piki panjang, Gaga langsung mengangkat pohon itu dengan belalainya. Setelah berhasil terselamatkan, Harimau mengucapkan terima kasih pada Gaga. “Terima kasih banyak telah membantuku, Gaga! Kalau kau tak segera menolongku, aku bisa saja telah mati tertimpa pohon ini,” ucap Harimau. “Kembali kasih Harimau. Bersyukurlah karena kamu masih bisa selamat dan hanya mengalami luka ringan. Segera sembuhkan lukamu,” jawab Gaga. “Tentu saja aku sangat bersyukur, Ga. Untung saja kau yang lewat sini. Kalau hewan lain, bisa saja mereka tak kuat mengangkat pohon yang menimpaku tadi. Kamu adalah hewan paling kuat di sini,” ucap Harimau. “Jangan berlebihan. Mari kita hidup saling tolong menolong. Kalau ada yang butuh bantuanmu, tolonglah dia,” kata Gaga. Baca juga Legenda Si Penakluk Rajawali Asal Sulawesi Selatan dan Ulasan Menariknya, Pelajaran Berharga tentang Ketulusan Bertemu dengan Hewan Lainnya Usai membantu si Harimau, Gaga lanjut mengelilingi hutan. Ia lalu berhenti di bawah pohon apel. Dengan belalainya yang panjang, ia mengambil beberapa buah yang telah matang. “Hmm, rasa apel ini sangatlah manis dan nikmat,” ucapnya sambil mengunyah buah. Tak jauh dari tempatnya memakan apel, ia melihat seekor kancil yang memakan apel mentah atau busuk. Gaga yang penasaran pun datang menghampirinya, “Kancil, kenapa kau memakan buah yang belum matang atau sudah membusuk? Makanlah yang matang saja.” “Oh, hai, Gaga! Aku hanya bisa memakan apel-apel yang berjatuhan. Kadang, aku beruntung karena yang jatuh adalah apel matang. Aku tak bisa menggapai buah-buah yang masih di tangkainya, Ga,” jawab Kancil. “Ah, benar juga, ya. Kalau begitu, aku akan membantumu memetik buah apel yang matang,” ucap Gaga sambil menjulurkan belalainya dan mulai memetik apel-apel matang. “Wah, terima kasih, Ga. Rasa apel yang telah matang sangatlah nikmat. Bersyukur aku bertemu denganmu,” ucap Kancil bahagia. “Sama-sama, Cil. Kelak, kalau kau mau buah apel yang telah matang lagi, mintalah bantuan kepadaku. Tak perlu merasa sungkan,” ucap Gaga. “Terima kasih banyak atas tawaran yang kau berikan, Gaga!” jawab Kancil. Membantu Para Binatang Karena sudah sore, Gaga memutuskan untuk pulang ke rumah. Ia berjalan dengan pelan sembari menikmati keindahan langit. “Langit senja sangat indah. Warnanya sungguh mempesona,” ucapnya dalam hati. Saat melihat langit indah, Gaga mendengar suara meminta tolong. Suara itu terdengar sangat kecil sehingga ia kesulitan mencari sumbernya. Setelah mencari sekian lama, ia akhirnya menemukan siapa yang meminta tolong. Ternyata ada seekor kelinci yang terjebak di dalam lubang. “Gaga! Tolong aku. Aku tak bisa keluar dari lubang ini!” teriaknya. “Kenapa kau bisa masuk ke dalam lubang?” tanya Gaga. “Aku tadi sedang memakan rumput. Lalu, aku melihat ada banyak buah di bawah sini. Saat hendak memanggilnya, aku terpeleset dan jatuh. Sekarang aku tak bisa kembali ke atas. Tolong aku!” teriak Kelinci. “Kalau kau menolongku, aku akan memberikan banyak buah dari sini. Bukankah kau suka buah, Ga?” bujuk Kelinci. “Aku tak peduli dengan buahnya, Ci. Aku akan membantumu, tenangkan hatimu,” ucap hawan itu. Kemudian, Gaga masuk ke dalam lubang itu. Sesampainya di dasar, ia berkata pada Kelinci, “Ci, aku akan mengangkatmu. Tapi, setelah kau sampai atas, tolong tarik belalaiku, ya!”. Setelah Gaga mengangkatnya hingga ke atas, Kelinci langsung berlari begitu saja. Hewan kecil itu meninggalkan gajah yang terjebak di lubang setelah menolongnya. Lalu, si Gaga berteriak meminta tolong. “Tolong, tolong, tolong! Siapa pun tolong aku!” teriaknya. Beruntung, ada Rusa, Kancil, dan Harimau yang sedang lewat lubang itu. Mereka lalu menolong sang gajah. “Terima kasih teman-teman karena telah membantuku. Tanpa kalian, aku tak mungkin bisa selamat,” ucap gajah. “Kami tentu saja akan membantu, Ga. Kamu juga kan sering membantu kami. Tapi, kenapa kau bisa terjebak?” jawab Rusa. Gaga lalu menceritakan kronologinya. Kelinci Terjebak Lagi Keesokan harinya, Gaga kembali mengelilingi hutan. Selain untuk mencari makanan, ia juga memantau para binatang yang mungkin butuh bantuannya. Seperti biasanya, ia membantu para hewan memetik buah, daun, dan mendapatkan air. Sesampainya di sungai, ia mendengar suara minta tolong. Suara itu berasal dari bawah pohon apel. Gaga bergegas menuju pohon itu. Ia lalu mendapati Kelinci yang kemarin menolongnya terjebak lagi di dalam lubang. “Tolong aku, Gaga! Aku tak dapat keluar dari sini,” ucapnya sambil teriak. “Kamu kemarin sudah kutolong, tapi malah meninggalkanku. Sekarang aku tak akan menolongmu lagi!” ucap Gaga. “Maafkan aku, Ga. Kemarin itu aku mencari bantuan hewan lain, tapi tak ada yang mau menolongmu,” tipu Kelinci. “Kau berbohong, aku tak akan menolong hewan yang jahat,” tegas si gajah. Gaga bersikeras tak mau menolong Kelinci. Ia ingin hewan kecil itu menerima pelajaran atas perbuatannya. Sama dengan Gaga, hewan lainnya pun tak ingin membantu menyelamatkan Kelinci. Hari mulai gelap, pertanda malam akan segera datang. Tak ada satu pun hewan yang mau menolong Kelinci. Ia terus berteriak tapi tak ada yang membantu. Lalu, Gaga kembali ke lubang itu. Ia mendengar kelinci menangis karena tak ada satu pun hewan yang menolongnya. Saat melihat Gaga, ia kembali memohon, “Ga, aku berjanji tak akan berbuat jahat lagi. Tolong bantu aku, ya,” ucapnya sambil menangis. “Kamu janji nggak akan mengulangi kesalahanmu lagi?” tanya si gajah. “Iya, aku berjanji tak akan berbuat jahat lagi, maafkan aku, ya,” ucapnya sambil terus menangis. Setelah itu, Gaga menolong Kelinci. Kali ini Kelinci tak lagi meninggalkan Gaga. Ia telah menyesali perbuatannya dan tak mau lagi berbuat jahat. Kini, para hewan di hutan itu hidup rukun. Baca juga Kisah Suri Ikun dan Dua Burung Beserta Ulasan Menariknya, Dongeng Adik Bungsu yang Dibenci oleh Kakak-Kakaknya Unsur Intrinsik Usai membaca dongeng Gajah dan Kelinci, apakah kamu jadi penasaran unsur intrinsik yang terkandung? Kalau iya, simaklah ulasan berikut; 1. Tema Tema atau inti cerita dongeng ini adalah tentang kebaikan dan ketulusan hati seekor gajah. Ia senang membantu hewan lainnya yang mengalami kesusahan. Meksi ada yang berbuat jahat kepadanya, ia tetap memberi maaf dan pertolongan. 2. Tokoh dan Perwatakan Sumber Youtube – English Fairy Tales Tokoh utama dalam dongeng ini tentu saja adalah Gajah bernama Gaga. Ia memiliki sifat yang baik hati, suka menolong, dan mudah memaafkan. Meski ada yang berbuat jahat kepada Gaga, ia tetap memaafkan kelinci itu dan menolongnya. Beberapa tokoh pendukung yang turut mewarnai kisah ini adalah Harimau, Kancil, Rusa, dan Kelinci. Hariamu, Kancil, dan Rusa adalah hewan baik yang tahu berbalas budi. Sedangkan Kelinci adalah tokoh antagonis. Setelah mendapatkan pertolongan dari Gaga, ia malah pergi begitu saja. 3. Latar Dongeng Gajah yang Baik Hati ini menggunakan beberapa latar tempat yang berpusat di sebuah hutan belantara. Lebih tepatnya menggunakan latar tempat bawah pohon apel, tepi sungai, dan sebuah lubang. Sementara itu, kisah ini menggunakan latar waktu pagi, sore, dan senja. 4. Alur Cerita Dongeng Gajah yang Baik Hati Alur cerita dongeng ini adalah maju. Kisahnya bermula dari seekor gajah bernama Gaga yang sedang berjalan-jalan mengelilingi hutan. Sembari mencari makan, ia juga menolong hewan-hewan lain yang sedang kesusahan. Ia menolong Harimau yang terjebak, Kancil yang tak bisa mendapatkan apel manis, dan Kelinci yang masuk ke dalam jurang. Namun, usai mendapat pertolongan, Kelinci malah meninggalkan Gaga. Sehingga, gajah itu tak sanggup naik ke permukaan. Beruntung, hewan-hewan lalu berdatangan dan menolong hewan besar itu. Keesokan harinya, Kelinci kembali terjebak ke dalam sebuah lubang. Awalnya, Gaga tak mau menolong. Begitu pula dengan hewan-hewan lainnya. Gaga tak mau menolong karena ingin memberikan pelajaran pada kelinci. Pada akhirnya, gajah yang baik hati tetap memberi pertolongan dengan syarat Kelinci harus memperbaiki sikapnya. Setelah itu, Kelinci pun tak lagi berbuat jahat. 5. Pesan Moral Dongeng Gajah yang Baik Hati mengandung beberapa pesan moral. Amanat pertama, jadilah orang yang suka menolong tanpa pamrih, seperti halnya si Gajah yang suka menolong binatang lainnya. Dari hewan baik hati ini, kamu juga bisa memetik pelajaran lainnya, yaitu mudah memaafkan kesalahan seseorang. Meski begitu, Gaga tak lupa memberi pelajaran pada sosok yang telah menyakiti hatinya itu. Pesan moral berikutnya dapat kamu petik dari sikap si Kelinci. Janganlah kamu meniru sikap hewan kecil satu ini, yakni tak tahu berbalas budi. Jika ada yang membantumu, maka kamu juga harus membalas kebaikannya. Selain intrinsik, cerita dongeng Gajah yang Baik Hati ini juga memiliki unsur ekstrinsik. Seperti nilai-nilai moral, sosial, dan budaya yang sesuai dengan lingkungan sekitar. Baca juga Legenda Asal Usul Burung Cendrawasih dan Ulasannya, Kisah Si Burung Surga yang Mengandung Amanat Bermakna Fakta Menarik Usai membaca cerita dongeng Gajah yang Baik Hati dan unsur intrinsiknya, kurang lengkap kalau belum mengulik fakta menariknya. Apakah itu? Berikut ulasan singkatnya; 1. Memiliki Beragam Kisah Cerita dongeng Gajah yang Baik Hati ini ada beragam. Salah satu versi yang cukup populer mengisahkan tentang seekor gajah yang terjebak dalam suatu lubang di hutan. Para manusia yang tinggal di hutan itu bergegas menolong sang Gajah. Karena ingin membalas kebaikan hati para manusia, Gajah itu setiap hari menolong mereka. Ia membantu mengangkat kayu, memetik buah, dan membawa barang-barang berat. Tak lama kemudian, ia melahirkan seorang anak laki-laki. Ia mengajarkan pada anaknya untuk berbuat baik kepada manusia. Baca juga Legenda Watu Maladong dari Nusa Tenggara Timur, Batu Sakti yang Menyuburkan Sumba, Beserta Ulasan Menariknya Saatnya Membacakan Dongeng Gajah yang Baik Hati Pada Anak-Anak Demikianlah dongeng Gajah yang baik hati beserta ulasan menarik seputar unsur intrinsik dan fakta menariknya. Kamu suka dengan kisahnya? Kalau suka, segera bacakan cerita ini pada anak-anak. Kalau ingin membaca kisah yang lain, langsung saja kepoin kanal Ruang Pena pada Ada banyak kisah-kisah menarik yang bisa kamu baca, seperti dongeng Semut dan Merpati, Gajah dan Semut, Kancil Mencuri Timun, dan Singa dan Tikus. Selamat membaca! PenulisRinta NarizaRinta Nariza, lulusan Universitas Kristen Satya Wacana jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, tapi kurang berbakat menjadi seorang guru. Baginya, menulis bukan sekadar hobi tapi upaya untuk melawan lupa. Penikmat film horor dan drama Asia, serta suka mengaitkan sifat orang dengan zodiaknya. Dongeng gajah yang menolong kancil bisa dijadikan pelajaran yang baik untuk si KecilMembacakan dongeng menjadi salah satu kegiatan positif yang dapat berpengaruh pada karakter setiap anak. Bukan sekadar hiburan belaka, membacakan dongeng pada anak juga bisa menambah pengetahuannya tentang nilai moral itu, membiasakan membaca dongeng sejak dini juga akan membantu anak menambahkan kosa kata, meningkatkan imajinasi, serta memperkuat bonding antara orangtua dan anak. Banyak sekali bukan manfaat dari dongeng?Dari banyaknya jenis dongeng, dongeng fabel yang mengisahkan berbagai cerita sekumpulan hewan menjadi salah satu yang menarik untuk dibacakan. Misalnya saja kisah seekor gajah yang baik hati dan mau menolong ide bacaan untuk si Kecil. kali ini telah merangkum dongeng fabel anak kisah gajah yang baik hati. Ada pesan moral yang bisa diajarkan pada si Kecil, lho!1. Gajah si hewan senang Kita CKSuatu ketika di dalam hutan, terdapat banyak jenis hewan yang hidup di dalam sana. Gajah menjadi salah satu hewan yang tinggal di dalam hutan bersama dengan kawanan diceritakan sebagai salah satu hewan yang kerap berbuat baik dan senang membantu kawanan lain ketika mereka tertimpa banyak kejadian yang mengisahkan bagaimana kebaikan seekor gajah tersebut. Misalnya saja ketika harimau yang terkenal sangar, terjerat oleh perangkap yang dibuat ketika, ia yang sedang berjalan di akwasan hutan mendengar teriakan harimau. Meski terkenal sangar dan bisa saja memakannya, namun sesama hewan ia tetap menolong harimau untuk keluar dari perangkap tersebut."Gajah, tolong aku. Aku tak mau ditangkap oleh manusia," ujar harimau meminta bantuan kepada kasihan karena harimau itu terlihat memiliki beberapa luka di bagian tubuhnya, gajah pun membantunya untuk keluar dari sana. Setelahnya, harimau tadi bebas dan berterima kasih kepada gajah."Kalau tidak ada kau, aku mungkin sudah mati dan dibawa oleh manusia. Sekali lagi, terima kasih gajah. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu," ujar harimau kepada gajah yang begitu tulus membuatnya menjadi salah satu hewan yang sangat disukai. Ia pun memiliki banyak teman karena sering kali membantu sesama tanpa pandang bulu hewan jenis apa Picks2. Gajah yang bertemu kancil Sambil BermainSingkat cerita, suatu hari terdapat seekor kancil yang terperangkap di dalam sebuah lubang berukuran cukup dalam. Dengan kecerobohannya, hewan bertubuh kecil itu berpikir keras bagaimana caranya ia bisa naik ke dirinya sudah berkali-kali mencoba untuk memanjat, namun usahanya tak kunjung berhasil. Merasa frustasi, kancil pun berteriak meminta tolong. Dengan harapan, semoga ada kawanan hewan lain yang mendengar teriakannya."Tolong, siapa pun tolong aku!" teriak kancil dari bawah teriakan si kancil terdengar oleh seekor gajah yang kebetulan sedang berjalan melewati tempat kancil terperangkap. Gajah yang berniat mencari makanan di sekitar sana, rupanya dikejutkan dengan suara teriakan minta suara minta tolong, gajah pun menghampiri asal suara tersebut. Rupanya, ia menemukan kancil terperangkap di dalam sebuah lubang yang cukup dalam."Hei kancil, mengapa kau bisa ada di dalam sana?" teriak gajah sembari melihat ke arah kancil di bawah sempat terdiam beberapa saat. Hewan yang terkenal cerdik dan memiliki banyak akal itu berusaha berpikir agar gajah mau menolongnya."Tolong aku untuk mengangkat ikat ini, gajah. Nanti akan ku bagi rata hasilnya kepadamu," ujar kancil dengan penuh pun sempat berpikir sejenak dan bertanya kepada kancil apakah ia sungguh-sungguh mendapatkan ikan di bawah sana atau hanya menipunya."Apa kau benar mendapatkan ikan, kancil?" tanya gajah penasaran."Benar! Aku mendapatkan ikan yang sangat besar dan kita bisa menyantapnya bersama, gajah!" jawab kancil berbohong Hampir tertipu oleh belum sepenuhnya percaya dengan ucapan kancil, gajah tadi kembali bertanya bagaimana bisa hewan kecil itu turun ke bawah."Lalu, bagaimana bisa kau turun ke bawah sana?" tanya gajah bingung sekaligus penasaran."Sebaiknya, kau cepat turun saja ke bawah. Kalau kau tidak turun juga, ikan ini bisa lepas," jawab kancil berusaha meyakinkan dibuat berpikir, gajah pun memutuskan untuk kembali mengajukan pertanyaan pada kancil. Ia berpikir bahwa jika ia ikut turun ke bawah, bagaimana dirinya bisa kembali ke atas. "Kancil, mana ikan yang kau dapatkan? Aku ingin melihatnya lebih dulu," ucap gajah kembali meyakinkan dirinya."Ikan itu ada di bawah kakiku, kau bisa cepat membantuku membawanya tidak?" tanya kancil lagi."Kalau aku menolongmu untuk membawa ikan tersebut, nanti bagaimana caranya aku bisa kembali naik ke permukaan dari lubang ini?" tanya yang merasa tak bisa menjawab pertanyaan gajah pun hanya bisa terdiam. Ia tidak menyangka jika gajah bisa berpikir sejauh itu. Bukan seperti dirinya yang justru memilih langsung turun ke lubang, tanpa berpikir panjang akan akibatnya."Aku paham sekarang. Kau ingin memanfaatkan ku, kan?" ucap gajah yang lagi-lagi membuat kancil terdiam."Kau menipuku untuk kepentingan keselamatanmu sendiri. Setelah aku menolongmu, kau pasti akan kabur dan bebas keluar dari bawah sana. Bukan begitu, kancil?" sambung gajah kembali pun kembali terdiam dan merasa bersalah karena sudah membohongi Memberi pelajaran kepada kancil yang berbohong kepadanya, gajah pun tidak tinggal diam dan ingin memberikan kancil pelajaran agar tidak berbohong lagi nantinya."Meski kau memiliki kecerdikan, namun sesekali kau harus diberi pelajaran agar bisa berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak," ucap gajah yang membuat kancil semakin ketakutan di bawah sana."Gajah, aku mohon jangan tinggalkan aku! Tolong aku, gajah!" teriak kancil yang hanya dibiarkan oleh memberikan pelajaran kepada temannya agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, gajah pun benar-benar meninggalkan kancil untuk memberikannya pun terus berteriak meminta tolong kepada siapa pun hewan yang mungkin lewat di sekitar sana. Sampai sore hari tiba, tidak ada satu ekor hewan pun yang terlihat. Kancil mulai memikirkan kemungkinan buruk akan akhir hidupnya."Bagaimana ini, aku mungkin akan mati di bawah sini karena tidak ada yang menolongku," ucap kancil bermonolog dengan dirinya Gajah tetap Sambil BermainSetelah merasa frustasi karena hari semakin gelap, kancil pun kembali berteriak"Wahai langit dan bumi... juga kepada seluruh teman-teman hewan yang ada di tempat ini... aku bersumpah tidak akan meniup lagi untuk kepentingan dan keselamatanku sendiri... kecuali..." ucap kancil yang terhenti karena ucapan gajah yang tiba-tiba kembali muncul."Kecuali apa, kancil?" tanya gajah memastikan kancil dengan sempat terdiam sejenak karena tidak yakin dengan ucapannya sendiri. Namun ia akhirnya memberanikan diri untuk berbicara sebenarnya kepada gajah."Kecuali karena aku terpaksa untuk menyelamatkan diri. Gajah, aku ini hanyalah hewan kecil yang selalu terancam dari serangan hewan buas seperti harimau, singa, serigala, dan lainnya yang jahat," lanjut kancil dengan nada sedikit yang mulai merasa iba pun akhirnya menyudahi pelajaran yang diberikan kepada teman sesama hewannya tersebut. Ia pun kembali memperingati kancil akan perbuatan merugikan yang kerap ia lakukan kepada kawanan hewan lain."Sekarang apakah kamu sudah sadar, kancil? Apakah kau berjanji tidak akan menipu dan menjahili hewan lain yang bisa merugikan mereka?" tanya gajah."Benar, gajah. Aku berjanji!" kata kancil dengan janji yang diucapkan kancil, gajah akhirnya menolong kancil untuk bisa keluar dari lubang di bawah sana. "Baiklah, sekarang aku akan menolongmu keluar dari sana. Sebentar," ucap gajah sembari mencari alat bantu untuk mengeluarkan mendapat ranting yang cukup kokoh, gajah mengulurkannya kepada kancil untuk ia pegang dan nantinya akan gajah tarik dari atas. Kancil pun berhasil diselamatkan dan keluar dari lubang yang menjeratnya seharian itu."Terima kasih, gajah. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu yang sudah menolongku," ucap kancil berterima kasih pada dongeng gajah yang baik hati di atas, pesan moral yang bisa didapatkan si Kecil adalah teruslah berbuat baik kepada sesama. Sebab perbuatan baik yang kita tanamkan, nantinya akan mendatangkan kebaikan juga untuk diri jugaDongeng Fabel Anak Kisah Ular dan TikusDongeng Fabel Anak Serigala dan Tujuh Anak KambingDongeng Fabel Anak Kucing dan Anaknya Ingin membaca dongeng yang mengajarkan pentingnya saling berbagi? Nah, cerita dongeng Kucing dan Bebek yang ada di artikel ini bisa kamu jadikan pilihan, lho. Yuk, baca langsung saja! Membaca dongeng memang bisa menjadi salah satu alternatif kegiatan seru di kala suntuk melanda. Ditambah lagi, ada beragam dongeng dengan cerita seru yang bisa kamu baca, salah satunya adalah kisah Kucing dan pernah membaca kisahnya belum, nih? Secara singkat, dongeng ini mengisahkan tentang seekor kucing yang bersahabat dengan bebek. Ke mana-mana mereka selalu bersama. Namun, ada satu kejadian yang menghancurkan persahabatan kejadian apakah itu? Yuk, temukan jawabannya di artikel yang mengulik dongeng Kucing dan Bebek ini. Selain kisahnya, kami juga telah memaparkan ulasan seputar unsur intrinsik, pesan moral, dan fakta menariknya, lho. Selamat membaca! Alkisah, pada zaman dahulu kala, di sebuah hutan belantara hiduplah seekor kucing bernama Caca. Ia adalah kucing yang ceria dan senang menghibur hewan lainnya. Ia memiliki sahabat seekor bebek bernama Beki. Ke mana pun Caca pergi, di situlah Beki berada. Mereka adalah sahabat yang tak terpisahkan. Ketika ada yang mengganggu Beki, Caca selalu siap untuk membela sahabatnya. Karena itu, Beki pun selalu berbuat baik kepada Caca. Tiap kali Beki mendapatkan makanan, ia selalu membaginya ke Caca. Pada suatu pagi, Beki berhasil mendapatkan seekor kadal yang cukup besar. Ia tak langsung memakannya. Ia justru pergi mencari Caca dan menggigit kadal itu di paruhnya. Saat berhasil menemukan sahabatnya, ia langsung berkata, “Ca, lihatlah! Aku berhasil mendapatkan kadal yang besar. Ayo kita makan berdua.” “Wah, kebetulan sekali. Aku sedang merasa lapar. Terima kasih, Bek, karena kamu mau membagi makananmu padaku,” ucap Caca. “Tak perlu berterima kasih, aku senang berbagi makanan denganmu,” ucap Beki. Mereka menghabiskan makanan itu berdua. Caca merasa senang memiliki sahabat seperti Beki. Saat ia mendapatkan makanan pun selalu membaginya dengan Beki. Baca juga Kisah Tukang Sepatu dan Liliput Beserta Ulasan Lengkapnya, Dongeng yang Mengajarkan Tentang Kebaikan dan Ketulusan Hati dalam Menolong Orang Lain Menangkap Ikan di Danau Pada suatu sore dengan langit senja yang indah, Caca mengajak Beki untuk pergi ke danau. “Bek, aku ingin makan ikan. Bagaimana kalua kita pergi ke danau?” tanyanya. “Wah, ide yang bagus, Ca! Ayo kita berangkat sekarang,” seru Beki kegirangan. Mereka pun berjalan bersama menuju ke danau. Setibanya di sana, mereka beristirahat sejenak sebelum memulai mencari ikan. Lalu, pencarian pun dimulai. Mereka berpisah untuk mencari ikan. “Aku di ujung danau sebelah timur, kamu di ujung sebelah barat, ya, Ca. Jika berhasil mendapatkannya, ayo kembali ke dekat pohon ini untuk memakannya bersama,” ucap Beki. Mereka pun berpisah. Beruntungnya, Caca melihat ada seekor ikan besar tergeletak di tepi pantai. Dengan cepat dan sigap, ia menangkap ikan besar itu. “Wah, beruntung sekali aku langsung dapat ikan sebesar ini. Rasanya pasti nikmat,” ucap Caca. “Aku akan segera membawanya ke bawah pohon agar bisa memakan ikan yang tampak lezat ini bersama Beki,” ucap Caca. Saat hendak membawanya ke bawah pohon, Caca merasa ingin memakannya saat itu juga. “Ikan ini tampak sangat lezat. Andai saja aku bisa memakannya sekarang dan sendirian, pasti nikmat sekali,” ucapnya sambal menatap ikan besar itu. “Ah, tidak boleh! Aku harus membaginya dengan Beki. Aku tak boleh egois! Sadarlah! Sadarlah!” ucap Caca dalam hati. Pikiran dan batinnya bergulat. Ia sangat ingin memakan ikan itu sendirian. Caca Merasa Bimbang Meski telah berjanji untuk kembali ke bawah pohon setelah mendapat ikan, Caca tetap galau. “Kalau nanti aku membaginya dengan Beki, lalu ia dapatkan kepalanya, bagaimana dong? Aku kan sangat suka kepala ikan. Tapi, ekor ikan juga tak kalah nikmat. Apalagi dagingya pasti melimpah. Bagaimana ini? batin Caca bimbang. “Aduh, aku harus bagaimana?” imbuhnya lagi. Si Caca terus merasa galau. Ia rupanya punya sikap egois. Padahal, Beki telah banyak membantunya, tapi ia sangat enggan tuk berbagi. “Baiklah! Aku akan memakan ikan ini sendirian. Toh, si Beki tidak tahu kalau ak berhasil mendapatkannya. Kalau nanti sudah kenyang, aku akan mencari ikan lagi tuk kubagi dengannya,” ujar Caca yakin dengan keputusannya. Ia lalu membawa ikan tersebut ke tempat yang tersembunyi. Ia tak ingin Beki tahu bahwa dirinya memakan ikan seorang diri. “Aku tak boleh makan di sini. Kalau Beki tahu, ikan ini harus kubagi dengannya,” ucap Caca. Ia lalu membawa ikan itu ke balik batu. Caca merasa tempat itu aman dan Beki tak akan menemukannya. Namun, dugaannya ternyata keliru. Rupanya, Beki sedang berada di balik batu itu sedang mencari seekor cacing. “Bek..Beki, apa yang kau lakukan di sini?” tanya Caca terkejut. “Oh, aku sedang mencari cacing agar ikan mau mendekat ke tepi sungai, Ca. Wah ternyata kau sudah mendapatkan ikan, ya. Beruntung sekali kamu,” ucap Beki. “Tapi, apa yang kamu lakukan di sini, Ca?” tanya Beki bingung. Mencoba Kabur Caca merasa sangat terkejut karena sahabatnya mengetahui perbuatan liciknya. Ia merasa sangat gugup dan bingung menjawab pertanyaan sahabatnya. Ia pun memutuskan tuk berlari begitu saja meninggalkan Beki. Tentu saja bebek itu merasa bingung dan mengejar si kucing. “Ca! Caca! Kenapa kau berlari? Ada apa denganmu?” teriak Beki sambal mengejar Caca. Namun, Caca tak mengindahkan panggilan dari Beki. Lama kelamaan, Beki pun mulai berpikir bila Caca mungkin saja ingin memakan ikan itu seorang diri. “Ca, apakah kau ingin memakan ikan itu seorang diri? Bukankah kita sudah berjanji akan makan bersama-sama hasil tangkapan ikan?” teriak Beki pada Caca. Bukannya berhenti dan meminta maaf, Caca justru berlari semakin cepat. Ia tak peduli pada Beki yang mengejarnya. Baginya, ikan besar itu lebih penting dari persahabatannya. Ia lalu melompat ke sebuah batu besar dan berpikir Beki tak akan bisa mengejarnya lagi. “Aku aman jika berada di atas batu ini. Beki tak akan bisa mengejarku,” ucap Caca. “Akhirnya, aku bisa memakan ikan ini sendirian,” imbuhnya lagi. Lalu, Beki pun mondar-mandir di dekat batu itu. Ia tak melihat Caca yang sebenarnya berada di atas batu. Ia terus memanggil sahabatnya. “Caca! Di mana kamu? Tak seharusnya kamu eogis dan ingkar janji. Kita kan sudah berjanji!” ucap Beki. Mendapatkan Balasan Setimpal Mendengar sahabatnya masih mondar-mandir di dekat batu, Caca pun mulai merasa cemas. “Duh! Kenapa Beki tak juga pergi? Aku ingin segera menyantap ikan ini. Aku tak mungkin memakannya bila Beki masih di sekitar sini,” ucapnya dalam hati. Caca terus berpikir apa yang ia bisa lakukan untuk mengelabui temannya itu. Lalu, ia pun mendapatkan ide cemerlang. Di samping batu besar itu, ada sebuah pohon karet yang sedang mengeluarkan getah. Dengan sepucuk daun besar, Caca mengambil getah lengket itu dan meneteskannya tepat di sayap si Beki. Sontak, Beki terkejut dan kaget mendapati ada getah di sayapnya. Ia pun berlari kencang menuju ke sungai untuk membersihkan getah itu. Caca merasa senang, karena akhirnya ia bisa makan ikan sendirian. Dengan lahap, ia memakan ikan itu mulai dari bagian kepala. Ia sengaja menyisakan badan untuk dinikmati terakhir. “Bagian paling nikmat tepatnya dinikmati saat terakhir,” ucap Caca. Saat kepala ikan selesai dimakan, ia pun menyantap bagian tubuh. Berkali-kali ia berkata, “Hmm, enak sekali. Untung aku tak membaginya dengan Beki.” Namun, tiba-tiba saja, tulang ikan besar itu menyangkut di tenggorokan Caca. Ia pun merasa sangat kesakitan. “Aduh, aduh, bagaimana ini,” ucapnya kebingungan. Beki yang Baik Hati Caca langsung berlari ke sungai untuk minum agar tulang ikan itu tak menyangkut di tenggorokannya. Ia terus minum air, tapi tulang ikan tak mau hilang. “Aduh, bagaimana ini. Rasanya sangatlah sakit. Aku harus bagaimana? Huhuhu. Inikah balasan karena aku tak mau membagi makananku dengan Beki?” ucap Caca dalam hati. Tak lama kemudian, muncullah Beki dari seberang sungai. Ia baru saja selesai membersihkan sayapnya yang terkena getah pohon akibat ulah dari Caca. Melihat sahabatnya terkapar di tepi sungai, Beki pun tak tega. “Apa yang kau lakukan di sini? Kenapa kau tampak lemas?” tanyanya. “Emmm, ada tulang ikan tersangkut di tenggorakanku. Rasanya sangat tak nyaman,” ucap Caca. “Mana aku lihat!” ucap Beki yang sepertinya ingin menolong. Caca pun membuka mulutnya lebar. Dengan paruhnya yang panjang, Beki lalu mengambil tulang ikan yang tersangkut di tenggorokan Caca. Kucing licik itu pun merasa lega. “Huhuhu, terima kasih karena telah menolongku, Bek. Maafkan aku yang tak mau berbagi kepadamu. Padahal kau sangat baik padaku,” ucap Caca merasa bersalah. “Hmm, aku memaafkanmu. Tapi, aku tak bisa menerimamu lagi sebagai sahabatku. Aku tak masalah jika kau tak mau berbagi makananmu. Tapi, aku kecewa karena kau melukai sayapku hanya demi makanan,” ucap Beki lalu pergi meninggalkan Caca sendirian. Sejak saat itu, berakhirlah persahabatan antara Caca dan Beki. Semua itu karena Caca yang curang dan tak mau berbalas budi. Baca juga Cerita Pohon Kelapa dan Pohon Pepaya Beserta Ulasan Lengkapnya, Kisah yang Mengajarkan Bahwa Setiap Manusia Punya Kekurangan dan Kelebihannya Masing-Masing Unsur Intrinsik Usai membaca cerita dongeng Kucing dan Bebek di atas, kurang lengkap bila kamu belum mengulik unsur intrinsiknya. Mulai dari tema hingga pesan moral, berikut ulasannya; 1. Tema Tema atau inti cerita dari dongeng Kucing dan Bebek ini adalah tentang hancurnya sebuah persahabatan. Penyebabnya adalah si kucing yang enggan berbagi makanan dengan si bebek dan melukai sahabatnya itu. 2. Tokoh dan Perwatakan Sesuai judulnya, ada dua tokoh utama dalam dongeng ini, yaitu si Bebek dan Kucing. Bebek bernama Beki adalah sahabat yang baik. Ia lemah, sehingga kerap diganggu hewan lain. Tapi, ia senang berbagi makanan. Ia kerap membawakan sahabatnya makanan-makanan yang berhasil ditangkapnya. Sementara si kucing bernama Caca awalnya digambarkan sebagai sosok yang ceria dan gemar membantu sahabatnya. Namun, sifatnya berubah tatkala mendapatkan ikan yang begitu besar. Ia ingin memakan ikan itu seorang diri, meski telah berjanji akan membaginya dengan Beki. Karena keegoisannya, ia bahkan tega menyakiti sahabatnya sendiri. 3. Latar Latar tempat dari cerita dongeng Kucing dan Bebek ini adalah di sebuah hutan belantara. Secara detail, kisah ini berlatar di sebuah danau dan batu besar. Akan tetapi, tak disebukan secara spesifik lokasi hutan dan namanya. 4. Alur Alur cerita dongeng si Kucing dan Bebek ini adalah maju alias progresif. Cerita berawal dari seekor kucing bernama Caca yang mengajak sahabatnya Beki ke danau tuk mencari ikan. Mereka berjanji untuk saling berbagi bila mendapatkan ikan. Beruntung, Caca lekas mendapatkan ikan yang begitu besar. Karena tampat lezat, Caca enggan membaginya dengan Beki. Ia ingin menikmati seluruh ikan itu sendirian. Alhasil, ia pun bersembunyi di balik batu besar dan hendak memakannya sendiri. Ternyata, di balik batu itu tedapat Beki yang sedang mencari cacing. Caca yang kaget pun berlari membawa ikan itu. Beki bingung dan mengejar Caca. Beki tak mengira bila Caca membawa kabur ikan yang ia dapatkan. Saking enggannya berbagi, Caca bahkan tega meneteskan getah pohon karet pada sayap Beki. Jadi, Beki tak lagi mengejar Caca. Kucing itu pun menikmati ikannya seorang diri. Namun, tiba-tiba saja tulang ikan menyangkut di tenggorokannya. Ia berhasil selamat karena Beki menolongnya mengambil tulang ikan yang menyangkut di tenggorokan. Akan tetapi, Beki sudah tak mau lagi bersahabat dengan Caca. Bukan karena Caca enggan membagi makananannya. Tapi, karena Caca tega melukai dirinya hanya demi sebuah makanan. 5. Pesan Moral Pesan moral apa yang bisa kamu petik dari cerita dongeng Kucing dan Bebek ini? Amanat utama adalah jangan mengingkari janji. Jika telah mengucap janji pada seseorang, berusahalah untuk menepatinya. Jangan seperti si kucing yang melupakan janjinya pada si bebek hanya karena makanan. Pesan berikutnya adalah jangan bersikap egois. Sesama makhluk hidup baiknya saling membantu. Jika ada seseorang yang selalu memberikan bantuan saat kamu mengalami kesulitan, maka kelak kamu harus membalasnya. Orang-orang egois adalah mereka yang tak tahu balas budi. Hanya mau dibantu, tapi enggan memberikan bantuan. Selain unsur intrinsik, dongeng ini juga ada unsur ekstrinsiknya. Di antaranya adalah nilai-nilai dari luar kisahnya yang mempengaruhi berlangsungnya jalannya cerita. Seperti, nilai sosial, budaya, dan moral. Baca juga Dongeng Goldilocks dan Tiga Beruang Beserta Ulasan Lengkapnya, Kisah Seorang Gadis Cilik yang Nakal dan Selalu Bertindak Semaunya Sendiri Fakta Menarik Tak banyak fakta menarik yang bisa kami paparkan dari dongeng Kucing dan Bebek ini. Hanya ada satu fakta yang sayang tuk kamu lewatkan. Berikut ulasannya; 1. Ada Versi Lain Pada umumnya, dongeng memiliki beberapa versi. Tak terkecuali dengan cerita dongeng Kucing dan Bebek ini. Secara garis besar, kisahnya sama, yakni tentang persahabatan antara si kucing dan bebek. Namun, ada perbedaan di detail kisahnya. Versi lain mengisahkan bahwa bebek enggan menyelamatkan kucing. Lalu, si kucing pun menjadi sangat kurus karena tak bisa menelan makanan. Ada juga versi yang mengisahkan kalau bebek mau memaafkan si kucing. Sejak saat itu, si kucing pun tak lagi berbuat licik. Ia senantiasa membagi makanannya pada bebek. Baca juga Cerita Dongeng Bebek Buruk Rupa dan Ulasan Menariknya, Sebuah Kisah yang Mengajarkan untuk Lebih Mencintai Diri Sendiri dan Tak Pernah Merendahkan Orang Lain Bagikan Cerita Dongeng Kucing dan Bebek Pada Teman-Temanmu Demikianlah artikel yang mengulik cerita dongeng kucing dan bebek beserta ulasan lengkapnya. Kamu suka dengan kisahnya, kan? Kalau suka, yuk, bagikan artikel ini ke teman-temanmu. Kalau kamu pengin baca dongeng lainya, langsung saja kepoin kanal Ruang Pena. Ada cerita dongeng tentang Pangeran Ikan, kisah Tujuh Burung Gagak, cerita tentang Iblis dengan Tiga Rambut Emas, dan masih banyak lagi. Yuk, baca terus dan temukan informasi menarik lainnya! PenulisRinta NarizaRinta Nariza, lulusan Universitas Kristen Satya Wacana jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, tapi kurang berbakat menjadi seorang guru. Baginya, menulis bukan sekadar hobi tapi upaya untuk melawan lupa. Penikmat film horor dan drama Asia, serta suka mengaitkan sifat orang dengan zodiaknya. EditorElsa DewintaElsa Dewinta adalah seorang editor di Praktis Media. Wanita yang memiliki passion di dunia content writing ini merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret jurusan Public Relations. Baginya, menulis bukanlah bakat, seseorang bisa menjadi penulis hebat karena terbiasa dan mau belajar. Jakarta - Membacakan dongeng bisa jadi aktivitas menyenangkan untuk mendekatkan diri dengan si Kecil. Salah satu dongeng yang cocok untuk anak adalah cerita Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, fabel berarti cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh hewan. Cerita fabel berisi pendidikan moral dan budi pekerti, fabel melibatkan lebih dari satu hewan yang dapat berbicara di dalam cerita. Karakter-karakter ini biasanya terlibat dalam sebuah petualangan yang bisa mengaktifkan kreativitas anak. Pada akhirnya, fabel dapat menjadi cara untuk mengajari si Kecil nilai-nilai positif kehidupan. Selain itu, mereka juga bisa menjadi imajinatif dalam memahami cerita melalui kalimat dan dapat membantu anak memahami cerita dengan mendongeng ya. Menurut psikolog klinis, Ibrahim, mendongeng bisa menjadi metode efektif untuk menstimulasi perkembangan bahasa, kognitif, motorik halus, dan ekspresi emosi anak."Mendongeng adalah cara super efektif untuk mengajar dan menstimulasi semua tingkat kecerdasan anak dan tanpa disadarinya, anak senang," kata Ratih beberapa waktu pilihan cerita fabel yang bisa Bunda bacakan ya. Berikut telah HaiBunda rangkum dari berbagai sumber, cerita fabel untuk dongeng anak yang penuh pesan moral dan nilai kehidupan1. Kisah gajah dan semutGajah dikenal sebagai binatang yang besar. Suatu hari, kawanan gajah yang besar datang ke hutan untuk mencari gajah ini mengganggu kawanan semut yang tinggal di sana. Banyak rumah semut hancur karena diinjak gajah yang mencari makan."Pergilah dari sini, gajah! Ini daerah tempat kami tinggal," kata salah satu ucapan itu, gajah hanya tertawa. Ia tak peduli dan menganggap semut adalah binatang kecil yang tidak semut merasa kesal dan berencana untuk mengusir gajah-gajah itu dari hutan tempat mereka tinggal. Keesokan harinya, semut-semut mencoba bicara pada kawanan gajah dan meminta mereka meninggalkan menolak untuk meninggalkan hutan dan hal ini membuat kawanan semut semakin marah. Semut-semut itu pun menyerang kawasan gajah dengan menggigit kulit dan masuk ke dalam telinga hingga gajah-gajah gajah akhirnya menyerah dan meninggalkan hutan. Mereka sadar bahwa semut-semut itu tidak bisa diremehkan hanya karena memiliki badan kisah gajah dan semut ini, tersimpan pesan moral yang bisa diajarkan pada anak-anak. Bunda bisa menjelaskan bahwa kita tidak boleh meremehkan orang lain dan merasa kuat karena memiliki tubuh Kancil cerdik dan buayaKancil dan buaya/ Foto Dwi Rachmi/ HaiBundaDongeng ini menceritakan kisah kancil kelaparan yang bertemu buaya di tepi sungai. Kancil berteriak dan mengganggu tidur buaya-buaya."Hai kancil, diam kau! Kalau tidak, aku makan nanti kamu," kata salah satu mengatakan bahwa dia datang ke tepi sungai untuk menyampaikan pesan dari raja hutan. Ia mengatakan bahwa raja hutan ingin memberikan hadiah pada lalu meminta buaya-buaya di sungai berkumpul. Ia mulai menghitung buaya di sungai lalu kabur. Berkat kecerdikannya, dia berhasil lolos dari buaya-buaya yang kancil dan buaya ini mengajarkan kita tentang kecerdikan yang disalahgunakan. Bunda bisa mengajarkan si kecil untuk tidak berbohong dan menyalahgunakan kecerdikan yang bisa merugikan orang Bebek buruk rupaDikisahkan seorang petani memiliki seekor bebek. Bebek ini melahirkan sepuluh telur dan semuanya dari sepuluh bebek, ada satu yang wajahnya berbeda dari sang induk. Bentuknya lebih besar dan warnanya hari, bebek abu-abu ini harus hidup menderita karena diolok-olok bebek-bebek lain. Karena sedih, bebek ini pun meninggalkan peternakan dan lari ke sungai dan bertemu dengan angsa putih yang sangat ini berusaha tidak menghiraukan angsa itu karena terlalu sedih diejek bebek lain. Saat berlari menyeberangi sungai, dia tanpa sengaja melihat bayangannya sendiri di air terkejutnya bebek ini, ternyata wajahnya kini berubah menjadi angsa yang cantik. Ia baru menyadari kalau selama ini dirinya bukanlah itik jelek, tapi angsa yang cerita ini, si Kecil dapat belajar percaya diri. Penampilan bukanlah segalanya, yang penting kita saling menghargai perbedaan Fabel/ Foto iStock4. Semut dan belalangDongeng fabel ini menceritakan kisah belalang yang malas. Suatu hari, belalang yang sedang bersantai melihat semut lewat sambil membawa biji jagung ke lalu meminta semut bergabung bersamanya untuk bersenang-senang. Semut menolak dan memberi tahu belalang bahwa dia sedang bersiap mencari makanan untuk cadangan musim dingin. Di musim dingin, makanan akan langka dan sulit mengabaikan cerita semut karena dia tak mau repot. Akhirnya musim dingin pun tiba dan belalang tidak memiliki makanan untuk bertahan kesusahan bertahan hidup di musim dingin. Hal ini berbanding terbalik dengan semut. Di musim dingin, semut justru sedang menikmati jagung dalam kehangatan di kisah semut dan belalang ini kita dapat belajar bahwa bekerja keras dapat membuahkan hasil yang baik. Jangan menjadi anak malas dan dengarkan nasihat positif dari teman dan orang sekitar Dongen fabel kelinci sombong dan kura-kuraDongeng fabel ini menceritakan Kelinci yang sombong. Ia selalu membanggakan dirinya yang bisa berlari hari, kelinci bertemu dengan kura-kura. Ia kaget karena kura-kura begitu lambat dalam berjalan. Ia pun mulai menyombongkan diri dan mengolok-olok berusaha tidak memedulikan ucapan kelinci. "Setiap hewan bergerak dengan langkahnya sendiri. Saya mungkin lambat, tetapi saya bisa pergi kemana saka yang saya mau. Saya bahkan bisa mencapai tujuan lebih cepat dari pada kamu," kata si tidak percaya dengan perkataan kura-kura. Dia pun menantang kura-kura lomba lari. Keduanya pun setuju untuk lomba lomba, kelinci berlari kencang, memimpin, dan meninggalkan kura-kura jauh di belakang. Ia yakin bisa menang, sehingga berhenti lari dan beristirahat sejenak. Tanpa disadari, kelinci justru tertidur lelap dan tak mengetahui bahwa kura-kura sudah dia bangun, kelinci begitu kaget karena kura-kura sudah sampai di garis finish. Si kelinci menghela napas, sementara kura-kura tersenyum ke kura-kura dan kelinci ini memiliki pesan moral agar anak tak menganggap remeh orang lain. Kita juga bisa mengajarkan mereka untuk tidak sombong dan selalu rendah Kisah persahabatan singa dan tikusDongeng Singa dan Tikus/ Foto Getty Images/iStockphoto/colemattSinga merupakan raja hutan yang dikenal menakutkan. Tidak ada binatang di hutan yang berani mendekati singa atau berada di hari, si tikus penasaran dengan sarang singa. Ia pun diam-diam datang ke sarang singa untuk melihat rumah raja hutan singa mengetahui keberadaan tikus dan menangkapnya. Tikus merasa ketakutan dan meminta maaf kepada singa akhirnya melepaskan tikus dan membiarkannya bebas. Tikus sangat berterima kasih pada singa dan berjanji untuk membalas kebaikannya pada suatu hari, giliran singa yang terjebak masalah. Singa ditangkap oleh jaring pemburu di hutan. Ia meraung tidak berdaya hingga tikus berlari dengan cepat dan membantu singa lolos dari jaring pemburu. Ia menggigit tali jaring hingga singa begitu terkejut dengan aksi tikus. Ia sangat berterima kasih bisa diselamatkan tikus. Sejak peristiwa itu, singa dan tikus mulai menjalin moral kisah persahabatan singa dan tikus ini bisa diajarkan ke anak ya, Bunda. Menolong teman yang kesusahan adalah perbuatan baik dan akan mendapatkan balasan suatu hari Kisah dua kambingSuatu hari yang menyenangkan, dua ekor kambing terlihat mencoba menyeberangi jembatan yang sudah rapuh dan sempit. Kedua kambing ini ingin menyeberangi jembatan, namun tak ada yang mau tidak ada yang mau memberi jalan untuk yang lain dan terus bertengkar. Tanpa disadari mereka sudah berjalan sampai ke tengah mereka bertengkar dan mencoba untuk menyerobot satu sama lain, jembatan itu goyah dan ambruk. Kedua kambing itu pun jatuh ke sungai kisah dua kambing ini, anak bisa mengambil pesan moral yang positif. Mereka dapat belajar bahwa lebih baik mengalah daripada mengalami kemalangan karena sikap keras Cerita fabel si kancil mencuri ketimunSuatu hari, hutan sedang dilanda musim kemarau panjang yang membuat semua makanan habis. Kancil pun kebingungan mendapatkan makanan dan terpaksa keluar hutan untuk mencari makan karena tak ingin mati berjalan keluar hutan, Kancil tiba-tiba menemukan ladang timun yang besar. Seketika muncul keinginannya untuk melahap semua timun-timun di ladang itu. Ide untuk mencuri pun Kancil memakan timun-timun di ladang tanpa sepengetahuan Pak Petani. Ia pun menjadi terbiasa dan sering diam-diam mencuri timun untuk dimakan di hari-hari ulah nakal Kancil ini akhirnya diketahui Pak Petani. Ia marah dan berusaha menjebak Kancil agar tak mencuri lagi timun-timun di ladang. Pak Petani membuat orang-orangan sawah dari kayu dan batok kelapa untuk menakut-nakuti saja, keesokan harinya Kancil yang kelaparan datang ke ladang timun. Ia lalu kaget dan takut melihat ada orang yang menjaga ladang Pak Petani. Kancil tidak tahu bahwa itu adalah orang-orangan pun bersembunyi dan menunggu sampai orang itu pergi untuk mencuri timun. Tapi, meski sudah lama menunggu, orang sawah itu tak kunjung pergi. Kancil akhirnya menyerah dan kembali pulang tanpa membawa cerita dongeng ini, kita bisa mengajarkan anak untuk tidak menirukan sifat Kancil. Jelaskan pada si kecil bahwa mencuri seperti Kancil adalah perbuatan yang buruk dan dibenci banyak Kura-kura dan sepasang itikCerita Fabel Kura-kura dan Sepasang Itik/ Foto HaiBunda/Dwi RachmiDikisahkan ada seekor kura-kura yang telah dihukum oleh dewa Jupiter. Kura-kura tersebut dihukum karena malas, sehingga lebih senang di rumah dan tidak menghadiri pesta pernikahan dewa Jupiter. Padahal, kura-kurang telah diundang secara khusus oleh dewa setelah bertahun-tahun, ia mulai ada keinginan untuk bisa datang ke pesta pernikahan. Apa daya, ia hanyalah kura-kurang yang berjalan lambat dan selalu membawa beban di suatu ketika, kura-kura bertemu dengan sepasang itik dan menceritakan keluh kesahnya. Kemudian itik tersebut berkata, "Kami dapat menolongmu untuk melihat dunia. Berpeganglah pada kayu ini dengan gigimu dan kami akan membawamu jauh ke atas langit di mana kamu bisa melihat seluruh daratan di bawahmu. Tetapi kamu harus diam dan tidak berbicara atau kamu akan sangat menyesal."Tanpa berpikir panjang, kura-kura pun langsung mengiyakan hal tersebut. Dengan cepat ia memegang kayu tersebut erat-erat dengan giginya. Sepasang itik itu pun turut menahan kedua ujung kayu itu dengan mulutnya, lalu terbang naik ke atas seekor burung gagak terbang melintasinya. Dia sangat kagum dengan apa yang dilihatnya dan berkata"Kamu pastilah Raja dari kura-kura!""Pasti saja......" kura-kura mulai kura-kura, ia lupa dengan pesan itik sebelum terbang. Ia membuka mulutnya hingga akhirnya terlepas dari gagang kayu dan cerita kura-kura dan sepasang itik ini kita diajarkan untuk tidak bermalas-malasan. Selain itu, kita juga tidak boleh sombong. Kesombongan pada akhirnya akan membuat Tupai yang sombongDi suatu hutan, hiduplah seekor tupai yang sombong. Ia sering sekali mengejek binatang lainnya di hutan, salah satunya kura-kura dan kura-kura dan kancil sedang asik bermain menangkap bola, tanpa sengaja bola yang ia lemparkan tersangkut ke pohon di samping mereka. Namun, mereka berdua kebingungan bagaimana mengambil bola tupai keluar dari balik pohon sambil meloncat kesana kemari dan berkata '' Haha, kasihan sekali kalian!'' ujarnya. Tupai kemudian mengambil bola yang tersangkut. Namun, ketika kura-kura meminta bola tersebut, tupai malah mengejeknya dan menyombongkan akhirnya kancil dan kura-kura pun memilih pulang karena bosan melihat tingkah tupai yang sombong. Kancil pun berteriak bahwa bola tersebut direlakannya untuk itu terkejut mendengar teriakkan kancil dan kehilangan konsentrasinya. Sehingga, ia tergelincir ke batang pohon dan terjatuh ke kubangan sisa air hujan. Akhirnya, tupai terjatuh ke dalam bola yang dipegangnya di ambil oleh kura-kura dan kancil. Sementara, kura-kura dan kancil tidak bisa menahan diri untuk tertawa melihat tubuh tupai dipenuhi dengan kisah ini kita dapat belajar bahwa janganlah menjadi anak yang sombong. Kita semua tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kesombongan hanya akan membuat kita dijauhi banyak Rubah dan gagakPada suatu hari, hiduplah seekor rubah yang sedang kelaparan karena belum makan. Kemudian, rubah tersebut melihat seekor gagak yang terbang melintas membawa sepotong daging di paruhnya. Gagak tersebut pun hinggap di dahan pun akhirnya menghampiri ke bawah pohon tempat gagak hinggap. Ia memuji gagak hingga gagak tersebut pun senang dan tersipu reaksi gagak, rubah melanjutkan rencananya. Ia kembali memuji gagak."Melihat penampilanmu yang luar biasa, aku yakin suaramu pasti melebihi suara burung lain di hutan ini. Biarkanlah aku mendengar satu lagu darimu, Nyonya Gagak. Tentu akan terdengar sangat merdu!" kata yang merasa tersanjung pun mulai bernyanyi. Potongan daging yang tadi ada di paruhnya pun terjatuh ke tanah dan dengan cepat dibawa pergi oleh rubah. Gagak pun menyesali peristiwa tersebut. Ia menyesal karena lengah telah cerita ini kita perlu belajar untuk menjadi anak yang tetap waspada. Jangan sampai pujian membuat diri kita celaka atau dimanfaatkan oleh orang Cerita fabel beruang dan lebahBerkisah tentang seekor beruang yang tengah menjelajahi hutan untuk mencari makan. Di tengah pencarian, dia menemukan pohon tumbang, di mana terdapat sarang tempat lebah menyimpan itu mulai mengendus-endus dengan hati-hati di sekitar pohon tersebut untuk mencari tahu apakah lebah-lebah sedang berada dalam sarang tersebut. Bertepatan dengan itu, sekumpulan kecil lebah terbang pulang dengan membawa banyak sarangnya diusik, para lebah mendekati beruang dan menyengatnya dengan tajam lalu lari bersembunyi ke dalam lubang batang pohon. Seketika Beruang tersebut menjadi sangat marah, loncat ke atas batang yang tumbang tersebut dan dengan cakarnya menghancurkan sarang hal itu malah membuat seluruh kawanan lebah yang berada di dalam sarang keluar dan menyerang beruang. Beruang pun akhirnya lari terbirit-birit dan hanya dapat menyelamatkan dirinya dengan cara menyelam ke dalam air moral dari kisah beruang dan lebah ini adalah lebih bijaksana untuk menahan diri ketika ada masalah, ketimbang menambah masalah dengan melampiaskan emosi, Dongeng fabel monyet dan buayaSeekor monyet berteman dengan seekor buaya. Monyet tersebut biasa memberi buaya sebuah apel setiap hari dari pohon tempat tinggalnya. Istri buaya tersebut lama-kelamaan menjadi serakah dan meminta jantung monyet tersebut kemudian menggendong monyet di punggungnya dan hendak menyerahkan pada istrinya. Begitu monyet menyadari apa yang terjadi, dia memberi tahu buaya bahwa jantungnya ada di pohon dan mereka harus kembali untuk mengambilnya. Begitu mereka kembali, monyet itu melarikan moral dari cerita fabel ini adalah agar tetap tenang dan berpikir jernih bahkan dalam situasi stres dapat membantumu menemukan jalan keluar saat ada Lumba-lumba dan MonyetSeekor lumba-lumba menyelamatkan monyet dalam badai dan mereka berenang ke sebuah pulau. Lumba-lumba lalu bertanya kepada monyet, apakah dia tahu pulau itu. Monyet mengatakan bahwa dia tahu dan bahwa dia sebenarnya adalah pangeran pulau yang tak percaya begitu saja lalu pergi meninggalkan monyet tersebut di pulau dan berenang menjauh. Monyet pun kini sendirian di pulau moral dari dongeng fabel ini adalah hindari berbohong dan berhati-hatilah dengan apa yang kamu sampaikan pada orang Gajah dan teman-temannyaAda seekor gajah kesepian yang mencoba berteman dengan hewan lain di hutan. Tapi, hewan lain menolak bermain dengan gajah tersebut karena ukuran tubuhnya. Suatu hari, semua hewan melarikan diri dari seekor harimau besar yang kala si Gajah pun dengan berani melindungi hewan-hewan yang ketakutan tersebut dan bahkan menendang si Harimau. Kini, gajah memiliki banyak teman di moral Keberanian dan ketulusan bisa membawa Tiga babi kecilCerita Fabel Tiga Babi Kecil/ Foto HaiBunda/Dwi RachmiCerita ini mengisahkan tentang babi-babi yang tidak mendengarkan nasihat induknya. Mereka juga ceroboh dan membangun rumah yang tidak stabil. Sikap tidak mau mendengarkan nasihat induk pun membuat nyawa ketiganya berada di ujung tanduk karena dikejar moral dari cerita fabel Tiga Babi Kecil ini adalah melakukan pekerjaan harus konsisten dan perlu motivasi tinggi. Bagaimana Bunda, ada cerita fabel di atas yang menarik untuk diceritakan ke Si Kecil? Share yuk di kolom yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 juga yuk kumpulan dongeng lain dalam video di bawah ini[GambasVideo Haibunda] rap/rap

cerita bebek yang baik hati